entari pagi yang setiap hari membangunkan dari tidurku, lewat
dari jendela yang bekaca. Akupun bangun dengan penuh semangat untuk menjalankan
aktiitasku. Pagi itu jam dinding sudah menunjukan pukul 06.00 waktunya aku
berangkat ke sekolah. Aku keluar dari kamar untuk berpamitan kepada ibuku.
Sekolah dari rumahku tidak terlalu jauh aku selalu berangkat dengan jalan kaki.
Di setengah
perjalananku ke sekolah aku mendengar suara panggilan namaku dari belakang. Aku
kaget segera menoleh ke belakang ternyata yang memanggilku Risma sahabat
karipku. Sampaialah di depan gerbang sekolah aku terdengar suara bel waktunya
masuk.
Suara bel “jam
pertama akan segera di mulai tong...ting...tong...”
Aku langsung berlari,dengan gugup menuju kelas. Sampailah di
kelas ternyata gurunya belum masuk. Aku tadi takut bagaikan maling yang
ketahuan mencuri di kejar di gebukin massa. Jam pertama di mulai gurunya sedang
menerangkan seperti dakwah. Aku jadi ngantuk banget. Setelah jam
pertama,kedua,ketiga,bel istirahat berbunyi
Suara bel “
saatnya istirahat tong...ting...tong...”
Aku ketemu Risma sahabat karipku, aku menyapa
“hey risma” . aku
memanggil risma sambil tersenyum
Risma senyum
sambil berkata “hey fit,ada apa ?”
“gak ada apa-apa
kok ris. Ke kantin yuk ?” aku mengajak Risma,Rismapun mau.
Setelah di kantin aku bertemu Rina ketua teman yang gak aku
sukai.karena bagiku Rina itu teman yang tak pantas untuk di senangi. Tiba-tiba
Rina dan temanya menghampiri meja makanku Rinapun menggebrak mejaku.
“brak...brak...brak.”
Rina sambil nyolot.
“ ada apa Rin
?” aku menjawab dengan santai
“kamu jangan sok
pandai,” Rina berkata dengan suara yang lantang dan wajah yang terlihat iri kepadaku .
Akupun segera
bergegas meninggalkan kantin bersama Risma. Aku tak habis fikir Rina ternyata
selama ini iri denganku. Memang orang yang sirik itu tanda tak mampu seperti
Rina. Aku sebenarnya tidak pengen punya musuh tetapi Rina temenku yang cari
gara-gara aku dan Rinapun bagaikan kelinci putih dan macan galak.
Suara bel pulang
berbunyi dan terdengar di telngaku. Akupun lngsung beres-beres yang ada di
mejaku untuk siap-siap pulang. Aku pulang bersama Risma. Rumahnya risma dekat
dengan rumahku. Sampai di rumah aku di sambut ibuku.
Ibu berkata “
Anakku bagaimana sekolahmu tadi ?”
“baik bu, tetapi
tadi di sekolah ada masalah sedikit.” Aku menatap mata ibu dengan muka santai.
“kenapa nak,ada
apa ?” ibu menjawab dengan cemas.
Aku berkata. “di
sekolah ada temen yang iri kepadaku bu.” Jawabku singkat.
Setelah aku
bercerita panjang lebar dengan ibuku,ibuku memeberiku motiasi dan amanat.
Akupun akan selalu mengingat pesan-pesan dari ibuku.
Kemudian aku
masuk ke kamar untuk mandi.10 menit kemudian setelah aku mandi adzan magrib
berkumandang, ibuku ke kamarku mengigatkan aku shalat. Sebelum ibu memeberi
instruksi untuk shalat aku pasti akan selalu mengerjakan shalat 5 waktu karena
itu kewajibanku.
Setelah aku
melaksanakan shalat magrib, aku makan bersama ibuku. Pukul 8 malam aku belajar,
belajarku bisa di katakan aneh tetapi bagiku tidak aneh belajarku dengan
mendengarkan rekaman materi-materi yang sudah ku baca dan ku rekam . setiap
hari aku ada tugas dari sekolah. Tugas itu aku ibaratkan seperti makanan yang
setiap hari aku makan. Pukul 9 malam aku menyudahi belajarku karena bola mataku
yang sudah berkaca-kaca untuk mengajakku tidur.
Suara burung
berkicau membangunkan dari tidur lelapku. Akupun sudah siap untuk berangkat
sekolah. Aku berangkat lebih awal supaya gak telat lagi. Tiba di sekolah aku
melihat Rina di depan kelasku ,aku kaget dan bingung melihat Rina.
“ ada kamu
pagi-pagi sudah di kelasku Rin..?” aku ngomong sambil menatap wajahnya yang
judes itu.
“kamu gak usah
belagak gak tau ya ?” Rina pagi-pagi sudah marah dengan mulut berbisanya itu.
Aku meninggalkan
Rina yang mukanya sewot banget pagi-pagi sudah cari gara-gara. Rina yang dulu
sahabat karipku sekarang jadi musuhku. Setiap aku bertemu dengan Rina, kita
pasti bertengkar,bertengkar dan bertengkar Rina selalu cari gara-gara. Aku
membayangkan andai dia tidak iri denganku pasti persahabatan kita baik-baik
saja dan akan terasa sangat indah. tapi kita di beri watak yang berbeda dan pemikiran yang berbeda juga. Aku pengen
persahabatanku kembali kejalan yang indah, anganku untuk memperbaiki
persahabatanku. Belajarku di sekolah hari ini tak tenang aku banyak melamun.
Karena aku menginginkan Rina tak iri padaku. Fikiranku terkonsen kepada
permasalahan Rina. Waktu pulang sekolah tiba, aku berusaha mencari Rina untuk
menyelesaikan pertengkaranku ini. Tetapi
Rina sudah tidak ada di sekolah.
Bergegaslah
pulang aku bersama Riama dengan buru-buru.Risma mendekat ke kupingku sebelah
kanan . bisikan ide Risma untuk menyelesaikan masalah ini.
“ bagaimana kalau
kita ke rumah Rina saja ? “ Risma memberiku ide dengan penuh keyakinan.
“ bisa juga
...tetapi .?” aku berkata sambil bingung
“ tetapi apa ..?”
Risma menjawab dengan penuh tanda tanya
“ aku takut kalau
dia marah, tadi aja pagi-pagi sudah marah”
“kamu jangan
takut untuk menyelesaikan permasalahan ini.” Risma memberiku semangat sembari
senyum.
“ya Risma sahabat
karipku makasih semangatmu membuatku yakin, aku pasti bisa menyelesaikan” aku
berkata dengan wajah tenang.
Sampailah di
rumah fikiranku tertuju ke permasalahan persahabatanku. Hari mingggu yang aku tuju
untuk ke rumah Rina. Malam telah tiba aku terbayang-bayang Rina sahabatku yang
dulu. Masalah ini membuatku tak nyenyak tidur dan makanpun tak enak.
Hari minggu telah
tiba ini hari yang aku tuju unyuk menemui Rina. Aku dari rumah bersama Risma
yang membawa kesemangatan. Perjalanan sudah hampir nyampai rumah Rina ,
aku sedikit merasa takut ketemu dengan Rina. Tetapi rasa ketakutanku itu aku
lawan dengan keyakianan yang aku punya. Aku dan Risma sampailah di rumah Rina
ku mengetuk pintu dan menguap salam.
Suara pintu “
tok...tok...tok...” tanganku mengetuknya
“assalamualaikum”
aku bertamu ke rumah Rina
“ walaikum salam
.(di buka pintunya )” Rina menjawab sembari kaget melihat aku dan Risma datang
dia jutek banget.
Akupun langsung ngobrol to the point utuk menyelesaikan
masalah ini.
Yang tak ada selesainya .
“ Rin, dulu kita
sahabat sejati, tetapi sekarang kamu anggap aku musuh kenapa rin ?” Rina yang sedang mendengarkan aku berbicara
.dengan muka cutek.
“ emang ,aku
anggap kamu musuh karena aku iri gak bisa seperti kamu, PUAS KAMU ?” Rina
menjawab sambil marah.
“Rin jangan
begitu, kita bisa kembali seperti dulu lagi memperbaiki masalah ini
,memperbaiki persahabatan kita,ku mohon jangan iri padaku jangan merasa bodoh
.di dunia ini tidak ada orang yang bodoh . semua tergantung kita mengatur
fikiran agar bisa menjadi terbaik. Kamu salah musuhi aku Rin ?”
Aku memohon dan
aku berharap dia sadar akan kesalahanya.Rinapun tiba-tiba menangis setelah aku
berbicara denganya ,aku terus –menerus menasehatinya berusaha mengembalikan
Rina ke dalam kebaikan. Setelah satu jam kita ngobrol Rina menangis degan penuh
kesadaran kalau dia salah. Rinapun memelukku dia meminta maaf atas perbuatanya yang salah kurang lebih
selama 6 bulan kita bertengkar. Aku dan Risma memberi maaf padanya Rina janji
gak akan mengulang perbuatanya lagi.
Kini aku bahagia bisa meyelesaikan masalah antara aku dan Rina
sahabatku. Dulu sahabat yang indah ,sekarang berubah kebencian atau duri karena
iri ,dengki. Tetapi kini usahaku yang ingin mempersatukan persahabtaanku lagi
sudah berhasil. Persahabatanku kembali dengan kebahagian yang sempurana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar