Rabu, 20 November 2013



Persahabatanku penuh dengan duri 


M


entari pagi yang setiap hari membangunkan dari tidurku, lewat dari jendela yang bekaca. Akupun bangun dengan penuh semangat untuk menjalankan aktiitasku. Pagi itu jam dinding sudah menunjukan pukul 06.00 waktunya aku berangkat ke sekolah. Aku keluar dari kamar untuk berpamitan kepada ibuku. Sekolah dari rumahku tidak terlalu jauh aku selalu berangkat dengan jalan kaki.
          Di setengah perjalananku ke sekolah aku mendengar suara panggilan namaku dari belakang. Aku kaget segera menoleh ke belakang ternyata yang memanggilku Risma sahabat karipku. Sampaialah di depan gerbang sekolah aku terdengar suara bel waktunya masuk.
          Suara bel “jam pertama akan segera di mulai tong...ting...tong...”
Aku langsung berlari,dengan gugup menuju kelas. Sampailah di kelas ternyata gurunya belum masuk. Aku tadi takut bagaikan maling yang ketahuan mencuri di kejar di gebukin massa. Jam pertama di mulai gurunya sedang menerangkan seperti dakwah. Aku jadi ngantuk banget. Setelah jam pertama,kedua,ketiga,bel istirahat berbunyi
          Suara bel “ saatnya istirahat tong...ting...tong...”
Aku ketemu Risma sahabat karipku, aku menyapa
          “hey risma” . aku memanggil risma sambil tersenyum
          Risma senyum sambil berkata “hey fit,ada apa ?”
          “gak ada apa-apa kok ris. Ke kantin yuk ?” aku mengajak  Risma,Rismapun mau.
Setelah di kantin aku bertemu Rina ketua teman yang gak aku sukai.karena bagiku Rina itu teman yang tak pantas untuk di senangi. Tiba-tiba Rina dan temanya menghampiri meja makanku Rinapun menggebrak mejaku.
          “brak...brak...brak.” Rina sambil nyolot.
          “ ada apa Rin ?”  aku menjawab dengan santai
          “kamu jangan sok pandai,” Rina berkata dengan suara yang lantang dan  wajah yang terlihat iri kepadaku .
          Akupun segera bergegas meninggalkan kantin bersama Risma. Aku tak habis fikir Rina ternyata selama ini iri denganku. Memang orang yang sirik itu tanda tak mampu seperti Rina. Aku sebenarnya tidak pengen punya musuh tetapi Rina temenku yang cari gara-gara aku dan Rinapun bagaikan kelinci putih dan macan galak.
          Suara bel pulang berbunyi dan terdengar di telngaku. Akupun lngsung beres-beres yang ada di mejaku untuk siap-siap pulang. Aku pulang bersama Risma. Rumahnya risma dekat dengan rumahku. Sampai di rumah aku di sambut ibuku.
          Ibu berkata “ Anakku bagaimana sekolahmu tadi ?”
          “baik bu, tetapi tadi di sekolah ada masalah sedikit.” Aku menatap mata ibu dengan muka santai.
          “kenapa nak,ada apa ?”  ibu menjawab dengan cemas.
          Aku berkata. “di sekolah ada temen yang iri kepadaku bu.” Jawabku singkat.
          Setelah aku bercerita panjang lebar dengan ibuku,ibuku memeberiku motiasi dan amanat. Akupun akan selalu mengingat pesan-pesan dari ibuku.
          Kemudian aku masuk ke kamar untuk mandi.10 menit kemudian setelah aku mandi adzan magrib berkumandang, ibuku ke kamarku mengigatkan aku shalat. Sebelum ibu memeberi instruksi untuk shalat aku pasti akan selalu mengerjakan shalat 5 waktu karena itu kewajibanku.
          Setelah aku melaksanakan shalat magrib, aku makan bersama ibuku. Pukul 8 malam aku belajar, belajarku bisa di katakan aneh tetapi bagiku tidak aneh belajarku dengan mendengarkan rekaman materi-materi yang sudah ku baca dan ku rekam . setiap hari aku ada tugas dari sekolah. Tugas itu aku ibaratkan seperti makanan yang setiap hari aku makan. Pukul 9 malam aku menyudahi belajarku karena bola mataku yang sudah berkaca-kaca untuk mengajakku tidur.
          Suara burung berkicau membangunkan dari tidur lelapku. Akupun sudah siap untuk berangkat sekolah. Aku berangkat lebih awal supaya gak telat lagi. Tiba di sekolah aku melihat Rina di depan kelasku ,aku kaget dan bingung melihat Rina.
          “ ada kamu pagi-pagi sudah di kelasku Rin..?” aku ngomong sambil menatap wajahnya yang judes itu.
          “kamu gak usah belagak gak tau ya ?” Rina pagi-pagi sudah marah dengan mulut berbisanya itu.
          Aku meninggalkan Rina yang mukanya sewot banget pagi-pagi sudah cari gara-gara. Rina yang dulu sahabat karipku sekarang jadi musuhku. Setiap aku bertemu dengan Rina, kita pasti bertengkar,bertengkar dan bertengkar Rina selalu cari gara-gara. Aku membayangkan andai dia tidak iri denganku pasti persahabatan kita baik-baik saja dan akan terasa sangat indah. tapi kita di beri watak yang berbeda  dan pemikiran yang berbeda juga. Aku pengen persahabatanku kembali kejalan yang indah, anganku untuk memperbaiki persahabatanku. Belajarku di sekolah hari ini tak tenang aku banyak melamun. Karena aku menginginkan Rina tak iri padaku. Fikiranku terkonsen kepada permasalahan Rina. Waktu pulang sekolah tiba, aku berusaha mencari Rina untuk menyelesaikan pertengkaranku ini. Tetapi  Rina sudah tidak ada di sekolah.
          Bergegaslah pulang aku bersama Riama dengan buru-buru.Risma mendekat ke kupingku sebelah kanan . bisikan ide Risma untuk menyelesaikan masalah ini.
          “ bagaimana kalau kita ke rumah Rina saja ? “ Risma memberiku ide  dengan penuh keyakinan.
          “ bisa juga ...tetapi .?” aku berkata sambil bingung
          “ tetapi apa ..?” Risma menjawab dengan penuh tanda tanya
          “ aku takut kalau dia marah, tadi aja pagi-pagi sudah marah”
          “kamu jangan takut untuk menyelesaikan permasalahan ini.” Risma memberiku semangat sembari senyum.
          “ya Risma sahabat karipku makasih semangatmu membuatku yakin, aku pasti bisa menyelesaikan” aku berkata dengan wajah tenang.
          Sampailah di rumah fikiranku tertuju ke permasalahan  persahabatanku. Hari mingggu yang aku tuju untuk ke rumah Rina. Malam telah tiba aku terbayang-bayang Rina sahabatku yang dulu. Masalah ini membuatku tak nyenyak tidur dan makanpun tak enak.
          Hari minggu telah tiba ini hari yang aku tuju unyuk menemui Rina. Aku dari rumah bersama  Risma  yang membawa kesemangatan. Perjalanan sudah hampir nyampai rumah Rina , aku sedikit merasa takut ketemu dengan Rina. Tetapi rasa ketakutanku itu aku lawan dengan keyakianan yang aku punya. Aku dan Risma sampailah di rumah Rina ku mengetuk pintu dan menguap salam.
          Suara pintu “ tok...tok...tok...” tanganku mengetuknya
          “assalamualaikum” aku bertamu ke rumah Rina
          “ walaikum salam .(di buka pintunya )” Rina menjawab sembari kaget melihat aku dan Risma datang dia jutek banget.
           Akupun langsung  ngobrol to the point utuk menyelesaikan masalah ini.
Yang tak ada selesainya .
          “ Rin, dulu kita sahabat sejati, tetapi sekarang kamu anggap aku musuh kenapa rin ?”  Rina yang sedang mendengarkan aku berbicara .dengan muka cutek.
          “ emang ,aku anggap kamu musuh karena aku iri gak bisa seperti kamu, PUAS KAMU ?” Rina menjawab sambil marah.
          “Rin jangan begitu, kita bisa kembali seperti dulu lagi memperbaiki masalah ini ,memperbaiki persahabatan kita,ku mohon jangan iri padaku jangan merasa bodoh .di dunia ini tidak ada orang yang bodoh . semua tergantung kita mengatur fikiran agar bisa menjadi terbaik. Kamu salah musuhi aku Rin ?”
          Aku memohon dan aku berharap dia sadar akan kesalahanya.Rinapun tiba-tiba menangis setelah aku berbicara denganya ,aku terus –menerus menasehatinya berusaha mengembalikan Rina ke dalam kebaikan. Setelah satu jam kita ngobrol Rina menangis degan penuh kesadaran kalau dia salah. Rinapun memelukku dia meminta maaf  atas perbuatanya yang salah kurang lebih selama 6 bulan kita bertengkar. Aku dan Risma memberi maaf padanya Rina janji gak akan mengulang perbuatanya lagi.
      Kini aku bahagia bisa meyelesaikan masalah antara aku dan Rina sahabatku. Dulu sahabat yang indah ,sekarang berubah kebencian atau duri karena iri ,dengki. Tetapi kini usahaku yang ingin mempersatukan persahabtaanku lagi sudah berhasil. Persahabatanku kembali dengan kebahagian yang sempurana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar